api kenal dengan dingin
seperti aroma kematiannya
walaupun tidak percaya gunung es tak bisa dilumerkan
api,
nyala sampai di tetes darahnya
membara sampai di bawah sadarnya
tapi tidak mengeringkan air
ia hanya mengajak terbang tinggi, naik balon udara
api, mungkin sendiri
sibuk membakar sampai ke inti
hingga menjumpa biru yang termurni
kontradiksi pada api : ia mencintai air
karena udara yang menyandingnya
adalah nafas keberadaannya
..
: :
mengiring tulisan sobat : bicara tentang air